Banyak orang tua yang kagum melihat anak-anak dengan imajinasi luar biasa dan kemampuan memecahkan masalah. Seringkali kita berpikir, "Wah, anak itu memang berbakat ya." Namun, faktanya, anak kreatif bukan karena bakat, tapi karena mereka sering diberi kesempatan untuk mencoba.
Sebagai orang tua, naluri kita adalah selalu ingin melindungi dan mempermudah hidup si Kecil. Saat melihat mereka kesulitan merangkai balok, menyusun puzzle, atau membangun mainan, tangan kita sering kali "gatal" ingin segera mengambil alih dan menyelesaikannya untuk mereka. Padahal, penting bagi kita untuk belajar menahan diri. Jangan buru-buru membantu saat anak kesulitan.
Momen ketika anak mengernyitkan dahi, mencoba berbagai cara, dan bahkan sedikit frustrasi adalah momen di mana otak mereka sedang bekerja keras. Ini adalah proses emas dalam melatih problem solving atau pemecahan masalah. Jika kita langsung memberikan jawaban atau bantuan penuh, kita merampas kesempatan mereka untuk merasakan kebanggaan setelah berhasil mengatasi rintangan tersebut.
Tips Mendampingi Anak Bermain:
Beri Waktu: Biarkan anak mencoba sendiri setidaknya selama beberapa menit.
Berikan Petunjuk, Bukan Jawaban: Jika mereka mulai menyerah, berikan pertanyaan pancingan seperti, "Kira-kira bagian yang melengkung ini pasnya di mana ya?"
Sediakan Mainan yang Mendukung Imajinasi: Bebaskan mereka berekspresi dengan mainan open-ended seperti balok susun, arena mandi bola, atau magnetic tiles yang tidak memiliki satu cara baku untuk memainkannya
Mari jadikan ruang bermain anak sebagai laboratorium kecil mereka untuk mencoba, gagal, dan akhirnya berhasil.